
Penulis: Mercy Bientri Yunindanova
Muhammad Ridho Al Faatir
Faiza Firdausy
Fatimah Aqilah
Cicilia Prima Jati Respati
Katrina Nova Ristanto
Kholifatur Rochima Tunggadewi
Laura Nurita Alvina
Nada Salwa
Naditha Ayu Chaireza
Desain cover : Jaka Susila
Layout isi : Eka Syam Aji
Ilustrasi vector : Freepik, Vecteezy, Vectorstock
Preliminary : i – xiv
Halaman isi : 1 – 170
Ukuran buku : 17,5 x 25 cm
Cetakan pertama September 2026
ISBN dalam proses pengajuan ke Perpusnas RI
Sinopsis : Buku ini disusun untuk membantu pembaca memahami pertanian organik secara menyeluruh, mulai dari sejarah dan prinsip dasarnya hingga penerapan di lahan, penanganan hasil, sertifikasi, pemasaran, serta pengalaman petani dalam mengembangkan usaha pertanian organik. Pertanian organik bertumpu pada pemahaman bahwa tanah, tanaman, hewan, manusia, dan lingkungan saling terhubung. Pengelolaannya perlu menjaga hubungan tersebut sekaligus menjawab kebutuhan
pangan dan kesejahteraan petani. Melalui buku ini, penulis mengajak pembaca memahami alasan di balik praktik pertanian organik, manfaatnya, serta langkah penerapannya sesuai dengan sumber daya dan kondisi setempat. Pembahasan disajikan dalam sebelas bab yang saling berkaitan. Bagian awal menguraikan pengertian dan sejarah pertanian organik, perkembangannya kembali, serta tren dan peluangnya. Pembaca kemudian diajak mengenal pertanian konvensional berbasis anorganik dan memahami manfaat pertanian organik bagi tanah, tanaman, kesehatan manusia, lingkungan, serta ekonomi petani. Pembahasan dilanjutkan dengan pendekatan LISA dan LEISA serta tahapan transisi menuju pertanian organik. Bagian praktik mencakup pemilihan lokasi. penyiapan tanah, pengelolaan air, serta pemilihan komoditas dan benih. Berbagai pupuk organik, termasuk vermicompost, bokashi, dan pupuk hijau, dibahas bersama pengelolaan tanaman melalui rotasi dan tumpang sari. Buku ini juga menguraikan pengendalian hama dan penyakit ramah lingkungan, teknik panen dan pascapanen, serta sertifikasi dan pemasaran produk organik. Dengan cakupan tersebut, pembaca diharapkan memperoleh gambaran yang utuh mengenai hubungan antara kegiatan budidaya, jaminan mutu, dan pengembangan usaha. Salah satu kelebihan buku ini adalah adanya intisari pada setiap subbab. Intisari disusun untuk membantu pembaca menangkap pokok pembahasan, mengingat konsep penting, dan meninjau kembali materi dengan lebih mudah. Penyajian ini diharapkan mendukung pembelajaran mandiri maupun penggunaannya dalam perkuliahan, penyuluhan, dan pelatihan petani. Sebagai penghubung antara konsep dan praktik, buku ini menghadirkan kisah Kelompok Tani Al-Barokah. Pengalamannya menunjukkan bahwa bertani organik dapat berhasil melalui ketekunan, kemandirian benih dan pupuk, kelembagaan yang kuat, pengendalian mutu, serta sertifikasi organik. Keterbukaan terhadap pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan kearifan lokal, serta kolaborasi dengan berbagai pihak turut mendukung perkembangannya. Semangat menjaga tanah sebagai titipan bagi anak cucu menjadi pengingat bahwa keberhasilan pertanian juga mencakup tanggung jawab terhadap generasi mendatang. Penyusunan buku ini difasilitasi melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026, dengan judul kegiatan “Transformasi Kapasitas Kelompok. Tani Organik Menuju Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan melalui Integrasi Artificial Intelligence, Sensor Pertanian, dan Sistem Pertanian Organik”. Program ini dilaksanakan melalui kemitraan antara Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Kelompok Taruna Tani Organik “Agro Lestari Buku ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petani dalam mengembangkan pertanian organik yang terbuka terhadap inovasi dan berorientasi pada keberlanjutan.
